Dunia Melihat Flores Lewat TdF

Diposting oleh On 17.32 with No comments

Tour de Flores
Promosi adalah investasi. Adalah keliru jika ada pihak yang berpandangan bahwa promosi adalah kegiatan mubazir, hanya membuang-buang uang, tenaga, dan waktu. Promosi adalah investasi, sedang parwisata adalah komoditas. Sebagai komoditas, pariwisata harus dipromosi. Tanpa promosi, seindah apa pun suatu daerah, wisatawan takkan datang.

Pemerintah mendukung Tour de Flores (TdF) karena sport tourism seperti itu merupakan ajang promosi. Lewat event besar, sebuah destinasi dipromosi ke seluruh penjuru dunia. Media massa, dalam dan luar negeri, datang meliput dan mewartakan ke berbagai negara. Tour de Singkarak dan Tour de Ijen sudah memberikan dampak signifikan bagi daerah setempat dan negara.

Acara besar seperti TdF membutuhkan dana yang cukup besar. Namun manfaat yang diperoleh dari lomba sepeda internasional ini jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan. Setiap event yang mendapat promosi luas seperti TdF mendapatkan "media values" yang sangat besar dan hal ini acap luput dari perhitungan pemerintah daerah. Jika biaya sebuah event pariwisata sekitar Rp 30 miliar, media values bisa lebih dari sepuluh kali.

Potensi wisata Thailand, Malaysia, dan Singapura kalah dibanding Indonesia. Objek wisata alam maupun wisata budaya di ketiga negara itu jauh di bawah Indonesia. Tapi, pada tahun 2015, jumlah wisman yang mengunjung Thailand mencapai 36 juta, Malaysia 27,7 juta, dan Singapura 16,7 juta. Itu semua terjadi karena promosi wisata di ketiga negara yang sangat gencar. Sedang wisman yang mengunjungi Indonesia pada tahun yang sama baru 10,4 juta aibat promosi yang belum optimal.

Sehebat, secantik, seindah, se-eksotis apa pun sebuah destinasi, tanpa dipromosikan, tanpa dikemas, dan tanpa disebar-luaskan informasinya lewat media massa, para wisatawan takkan tahu. Inilah kelemahan utama pariwisata Indonesia. Objek wisata yang indah tidak memberikan nilai tambah kepada masyarakat setempat karena tidak ada wisatawan yang datang. Saya mengimbau dinas pariwisata di setiap daerah untuk mengalokaskan dana lebih besar untuk promosi, setidaknya 80% dari bujet.

Tidak ada kegiatan investasi yang seramah pariwisata. Karena untuk menarik minat wisatawan, budaya setempat dilestarikan dan lingkungan dijaga agar tetap indah dan lestari. Tidak ada kegiatan investasi yang paling cepat menghasilkan seperti pariwisata. Hanya dengan modal minimal, pengusaha mampu meraup keuntungan maksimal. Kegiatan pariwisata biasanya menggerakkan ekonomi lokal.

Indonesia tidak hanya Bali. Banyak daerah di Indonesia yang sangat menarik bagi wisatawan, di antaranya Labuan Bajo Flores, NTT. Bersama sembilan daerah lainnya, Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi wisata unggulan untuk mendongkrak jumlah wisman dan devisa. Sembilan destinasi lainnya adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Mandalika (Lombok), Kepulauan Seribu, Morotai, Bromo, dan Wakatobi.

Sebagai destinasi unggulan, Labuan Bajo memiliki keistimewan. Dari Labuan Bajo, wisatawan bisa melakukan wisata bahari, mengitari 150 pulau di perairan Komodo. Selain melihat buaya darat, wisatawan bisa menikmati panorama perairan Komodo dan keindahan taman laut. Dari Labuan Bajo, wisatawan bisa ke sejumlah objek wisata alam dan budaya di Flores dan Lembata. Danau Tiga Warna, perkampungan tradisional Bena, dan perburuan ikan paus adalah bagian dari objek wisata Flores.

Tahun 2015 dilewati dengan catatan yang cukup baik di bidang periwisata. Jumlah wisman 10,4 juta atau di atas target dan devisa menembus US$ 12 miliar. Pada tahun 2019, pemerintah menargetkan wisman 20 juta dengan devisa US$ 20 miliar. Tapi, jika promosi pariwisata dilakukan dengan lebih gencar, selupuh destinasi unggulan bertumbuh lebih cepat, wisman bisa menembus 30 juta dan devisa di atas US$ 30 miliar.

Dimulai tahun ini, TdF merupakan sport tourism yang dilakukan setiap tahun dan merupakan event pariwisata tertinggi di NTT karena skala kegiatannya yang internasional. Kegiatan lomba ini diharapkan menjadi penggerak pariwisata di Flores dan NTT. Partisipasi pemerintah setempat merupakan penentu sukses kegiatan TdF dan pariwisata NTT. TdF akan memperkuat daya tarik NTT sebagai "The New Tourism Territory".

(Ini adalah hasil rajutan potongan pidato Menpar Arief Yahya di beberapa kesempatan) 》dikutip dari akun facebook Chairman TdF Primus Dorimulu
Opening Ceremony TDF

Diposting oleh On 14.15 with No comments

Perhelatan internasional sport-tourism bertajuk Tour de Flores 2016 resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Dr Rizal Ramli di Larantuka, Rabu (18/5).
Acara diramaikan dengan sejumlah tarian dan nyanyian daerah Flores Timur. Penyanyi kawakan Ivan Nestorman juga hadir untuk menghibur warga Flores Timur.Tour de Flores. Let’s explore the wonderful land.Foto oleh Longginus Biaedae






Tour De Flores

Diposting oleh On 12.37 with No comments


TOUR DE FLORES (TDF) Akan menjadi event tahunan pariwisata di Flores yang menghadirkan kegiatan balap sepeda jalan raya bertaraf internasional (di bawah regulasi Union Cycliste Internationale) sebagai salah satu sarana untuk mengangkat pariwisata Flores ke pentas Dunia.
Penyelenggaraan Tour de Flores sebagai event pariwisata terinspirasi oleh event sejenis lainnya, seperti Tour de France (sejak 1903), Tour de Singkarak (sejak 2009) dan Tour de Banyuwangi Ijen (sejak 2012), yang sejatinya merupakan event olahraga namun memiliki dampak pariwisata yang luar biasa.
Tour de Flores 2016 (18 – 23 Mei 2016) akan menempuh jarak sepanjang 743 km, terbagi atas 5 etape, yang berawal dari Larantuka di Flores Timur, sampai dengan Labuan Bajo di Manggarai Barat.
Tour de Flores 2016 sebagai event pariwisata secara keseluruhan meliputi: Pre-event Activities (kunjungan destinasi wisata Kelimutu), Event (Tour de Flores sebagai main event,  dengan Touring/Fun Bike sebagai supporting event) dan Post-event Activities (kunjungan ke Komodo dan Pink Beach).
Our Vision  :  Mengangkat Pariwisata Flores ke Pentas Dunia
Ngada Bawa Pulang Piala Gubernur NTT 2011

Diposting oleh On 15.23 with No comments

Kiper PSN Ngada Menangis Bahagia
KUPANG -- Setelah PS Ngada (PSN) yang juara, PSSI Ngada kembali membawa pulang Piala Gubernur 2011 ke Bajawa. Dalam final yang berlangsung di Stadion Oepoi, Kupang, Senin (4/7/2011), Persida Ngada menang adu penalti 4-2 atas Persena Nagekeo.

Kalau tahun lalu, yang menjadi bintang kemenangan PSN adalah Ota Pone dengan mencetak gol tunggal ke gawang Kota Kupang, kali ini yang menjadi pahlawan Persida adalah Tomy. Kiper jangkung ini berhasil menggagalkan dua tendangan dua pemain Persena dengan tangkapan yang sempurna.

Ketegangan terjadi dalam pertandingan ini. Berawal dari protes ofisial Ngada terhadap pemain Persena, Charles, ketegangan berlanjut hingga dalam lapangan. Di luar dugaan, anak-anak Nagekeo mampu mengimbangi Persida, bahkan lebih menguasai permainan. Serangan mereka sangat efektif bila dibandingkan dengan Persida yang asal tendang ke depan, bahkan sering salah kontrol bola.

Kedudukan imbang tanpa gol terjadi hingga perpanjangan waktu 2x10 menit usai. Saat adu penalti, Tomy yang menjadi bintang. Tak heran kalau pelatih Persida, Johni Dopo dan tim ofisial lainnya berlarian masuk ke dalam lapangan menggendong Tomy bak pahlawan.

Air mata kebahagiaan berjatuhan. Kebanggaan melanda kubu Ngada. Dua tim asal Kota Bajawa, menjadi yang terbaik dalam dua penyelenggaran terakhir Piala Gubernur NTT. Namun, Nagekeo juga puas. Belum lima tahun berkiprah di sepakbola NTT, mereka sudah meraih prestasi runner- up, sesuatu yang belum pernah diraih lebih dari 15 perserikatan di NTT.



Hasil Piala Gubernur 2011
Juara I  Persida Ngada : Rp 20 juta + Piala Bergilir + Piala Tetap + Piagam
Juara II Persena Nagekeo : Rp 15 juta + Piala Tetap + Piagam
Juara III Kosgoro 57 Kota Kupang : Rp 10 juta + Piala Tetap + Piagam
Juara IV Perss SoE : Rp 5 juta + Piala Tetap + Piagam
Pemain Terbaik:  Emilianus (Nagekeo) : Rp 1 juta + Piala Tetap + Piagam
Top Skorer: Wilhforus Kadju (Ngada) : Rp 1 juta + Piala Tetap + Piagam
Tim Fair Play: Persena Nagekeo : Rp 1 juta + Piala Tetap + Piagam