Pantai Rii Taa, Kekayaan alam flores yang tersembunyi

Diposting oleh On 12.58


Flores Post - Belum banyak yang tahu akan keindahan pantai dengan pasir putih dan pink di kabupaten Nagekeo, NTT ini.
Selama ini petualangan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara yang berwisata ke Pulau Flores selalu menuju ke Taman Nasional Komodo, di Kabupaten Manggarai Barat, Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung di Kabupaten Ngada, Taman Nasional Kelimutu untuk melihat keajaiban danau tiga warna di kawah bekas letusan gunung berapi.
Selain itu, jika wisatawan mengunjungi pantai yang ada keunikannya, wisatawan itu mengunjungi pantai pink di kawasan Taman Nasional Komodo, pasir putih di dalam kawasan Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung yang masuk dalam 10 Pantai Terindah di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu ada juga pantai pasir putih di sekitar padang Savana Mausui di Kabupaten Manggarai Timur, pantai berpasir putih di Kabupaten Ende, pantai berpasir putih di Lembata, di Flores Timur dan juga di Pulau Alor. Tapi, belum begitu banyak wisatawan yang mengetahui keindahan Pulau Rii Taa, pulau berpantai pasir putih bercampur pink di Kabupaten Nagekeo.

Di sembilan kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki pantai berpasir putih. Ini merupakan keunikan dan kekayaan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Rii Taa berada di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.
Wilayah Kabupaten Nagekeo memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Salah satu tempat yang cukup menarik saat ini adalah obyek wisata Pantai Pulau Pasir Putih Rii Taa. Pulau Rii Taa unik karena menawarkan panorama pulau yang hanya dipenuhi hamparan pasir putih. Bahkan Pulau Pasir Putih Rii Taa berada di tengah laut. Ukuran pulau itu ketika air pasang, hanya sekitar 30 meter persegi. Tetapi kalau surut, pulau ini luasnya menjadi 20 hektar lebih. Lokasi pulau ini terpisah jauh dari daratan Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo. Dengan  perahu milik para nelayan ke pulau ini bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari Pelabuhan Maropokot. Tahun-tahun terakhir, masyarakat setempat sangat meminati mengunjungi lokasi ini sekadar untuk bersantai. Bahkan pada waktu liburan panjang serta liburan-liburan keagamaan, warga lokal dan domestik selalu mengunjungi pulau ini untuk mandi, berjemur. Bahkan turis asing mulai mengunjungi pulau yang sangat indah dengan hamparan pasir putih. Sangat cocok untuk berjemur di pagi hari maupun pada sore hari. Dahulu kala, tempat ini ditumbuhi ilalang karena itu dinamai masyarakat Tonggurambang Rii Taa atau ilalang segar/mentah.

Sejak dipromosikan Pemkab Nagekeo tahun 2010, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan setiap  minggu dan hari libur. Mereka sekadar datang untuk berjemur di matahari, tidak ada satu pun naungan di tempat itu.  Pemkab Nagekeo melalui instansi yang mengelola pariwisata merencanakan pembangunan pendopo kecil di Pulau Pasir Putih Rii Taa. Meski air pasang cukup tinggi, fasilitas itu tidak akan tergerus gelombang laut. “Masih bisa dibangun pendopo untuk wisatawan bersantai setelah mereka berjemuran di pantai, meski pun air  pasang laut tinggi. Kalau surut terjauh, pulau ini luasnya bisa mencapai 20 hektar,” jelasnya. Mualaf menjelaskan, apabila wisatawan menyewa perahu menuju ke Pulau Pasir Putih dengan carter senilai Rp 200.000 untuk pergi pulang.

Cara Menuju ke Pulau Rii Taa Perjalanan wisata ke Pulau Pasir Putih Rii Taa dimulai Kota Mbay menuju ke Pelabuhan Marapokot. Wisatawan yang datang secara rombongan atau berpetualang sendiri dapat menyewa perahu milik nelayan Maropokot. Ada dua jalur menuju ke Pulau tersebut. Pertama, untuk wisatawan dari arah Flores Timur berbelok di pertigaan Aegela menuju ke Kota Mbay. Kedua,  wisatawan dapat melalui jalur Pantai Utara dari Kabupaten Sikka melewati hamparan padang savana di sepanjang Pantai Utara menuju Kabupaten Ende. Begitupun dari arah Flores barat, wisatawan dapat melintasi dua jalur yaitu jalur pertama, melewati jalan negara, yakni di jalan tengah melewati Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada. Kondisi jalan negara bagian tengah sangat bagus. Jalur kedua, melintasi jalan negara bagian utara, melewati Reo, Pota, Buntal, kawasan Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dan menuju ke Mbay. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Ndona Andreas Corsini kepada menjelaskan, selama ini potensi pariwisata di Kabupaten Nagekeo belum dipromosikan ke dunia luar sehingga berbagai obyek wisata tak diketahui oleh para wisatawan asing dan domestik.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang media massa dalam kegiatan roadshow Media Pariwisata Nagekeo selama lima hari pada 2014 lalu. “Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus gencar mempromosikan keunikan alam, budaya, wisata bahari, serta air terjun, pantai, keindahan bawah laut kepada wisatawan melalui berbagai kegiatan serta promosi. Promosinya dengan mengundang media massa serta membuat pamflet-pamflet, brosur-brosur tentang pariwisata yang selama ini belum dipublikasikan secara luas,” jelasnya.

Sumber : nttprov.go.id

Kampung Tradisional Wae Rebo Manggarai

Diposting oleh On 12.49

Flores Post - Letaknya tak terlihat dari keramaian dengan pegunungan hujan tropis dan lembah hijau yang mendekap hangat dusun ini. Adalah Wae Rebo, sebuah dusun yang menjadi satu-satunya tempat mempertahankan sisa arsitektur adat budaya Manggarai yang semakin hari semakin terancam ditinggalkan pengikutnya. Mengapa berbentuk kerucut dan dari mana asal muasalnya masih sebuah tanda tanya besar, kecuali secuil informasi dari tradisi penuturan masyarakatnya sendiri yang merupakan generasi ke-18.

Wae Rebo berada di Kabupaten Manggarai, tepatnya di Kecamatan Satarmese Barat, Desa Satar Lenda.  Di sini, satu desa dengan desa yang lainnya jauh terpisah lembah yang menganga di antara bukit-bukit yang berkerudung kabut di ujung pohonnya. Dusun Wae Rebo begitu terpencil sehingga warga desa di satu kecamatan masih banyak yang tak mengenal keberadaan dusun ini. Seperti Kampung Denge, desa terdekat ke Wae Rebo belum seutuhnya menjadi desa tetangga karena belum semua pernah ke Wae Rebo. 

Sementara warga Belanda, Perancis, Jerman, hingga Amerika dan beberapa negara Asia sudah sangat terperangah keindahan kampung yang rumahnya seperti payung berbahan daun lontar atau rumbia yang disebut mbaru niang.

Mbaru niang sudah punah sebelum memasuki awal tahun 70-an saat pemerintah mengkampanyekan perpindahan masyarakat pegunungan ke dataran rendah. Seorang antropolog, Catherine Allerton mengenang pembicaraannya dengan tu’a golo, pemimpin politik dan kepala kampung, juga tu’a gendang, kepala upacara adat. Warga Wae Rebo saat itu tak memutuskan meninggalkan dusunnya. Sudah generasi ke-18 hingga kini Wae Rebo bertahan dari seorang penghuni pertama dan pendiri Wae Rebo lebih dari 100 tahun lalu, Empo Maro.

Diramu dengan bersumber dari catatan perjalanan Leonardus Nyoman, Martinus Anggo, dan hasil penelitian antropolog, Catherine Allerton.

Sumber: indonesia.travel
9 Tempat Menyelam Menabjubkan di Indonesia 2 diantaranya ada di Flores NTT

Diposting oleh On 12.14 with No comments



Flores Post - Lebih dari 5 juta meter persegi perairan mengelilingi negara kepulauan Indonesia. Tidak diragukan lagi, Indonesia menjadi tempat bernaung bagi ratusan bahkan ribuan spesies makhluk bawah air dan gugusan karang yang indah dan berwarna-warni. Pastinya negara ini menawarkan banyak lokasi penyelaman yang merupakan impian kebanyakan penyelam.
Akibat keadaan politik yang sering bergejolak dan peringatan untuk wisatawan yang biasanya terlalu berlebihan, Anda akan jarang menemukan negara ini dalam daftar perjalanan kebanyakan turis. Untungnya bagi wisatawan yang berani dan berjiwa petualang, ini berarti lebih sedikit turis dan lebih banyak ketenangan, sehingga Anda lebih dapat menikmati keindahan sesuka Anda. Berikut adalah daftar dari delapan tempat menyelam yang menakjubkan di Indonesia.



Pulau ini biasanya dikenal karena menjadi tempat bermain bagi komodo, spesies kadal raksasa. Untuk scuba diving, Pulau Komodo juga memiliki sejumlah lokasi penyelaman terbaik di negeri ini. Dari Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah menawarkan beragam atraksi bawah laut seperti beragam mackerel, kod dan ikan kerapu.


Di Pantai Merah, tidak jauh dari pantai, Anda akan menemukan 5 meter turunan penuh ikan berwarna-warni. Terdapat lebih banyak lokasi penyelaman di pantai bagian barat dari Flores seperti, Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca dan Pulau Nusa Node.


Satu Lagi Pulau Flores tepatnya di Riung adalah sebuah desa nelayan kecil di pantai utara Kabupaten Ngada Flores, yang memberikan akses ke Taman Laut Kepulauan 17. Beberapa pulau yang indah dan pasir putih yang bersih, dan menawarkan snorkeling dengan ombak yang besar dengan terumbu karang yang sangat menakjubkan  dan kehidupan laut yang menarik. kita dapat menyewa Perahu dari setiap hotel kita menginap di Riung, dan ada beberapa master penyelam Riung yang akan membawa Anda pada penyelaman yang menarik.


Jika snorkeling atau menyelam bukanlah pilihan Anda, memancing dan berenang di perairan kristal-jelas pilihan yang tidak salah. Kunjungan ke Pulau Flying Fox memberi Anda kesempatan untuk melihat hewan ini, karena mereka terbang saat matahari terbenam. Daya tarik lain lebih lanjut sepanjang pantai Riung adalah kadal raksasa, meskipun cukup jarang untuk benar-benar melihat salah satu Kadal ini, dan Kadal di Riung agak berbeda dengan yang berada di Pulau Komodo. Kadal ini lebih berwarna cerah dari Naga Komodo.


Mungkin ini adalah pulau yang paling mudah dicapai dari luar Indonesia, tempat penyelaman ini hanya satu jam dari kebisingan Singapura. Pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang 18 km dengan kehidupan lautnya yang kaya, serta beragam lokasi menyelam untuk Anda nikmati.

Tidak jauh dari garis pantai sebelah utara, terdapat ngarai kecil sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, sangat cocok untuk Anda yang baru pertama kali belajar scuba diving. Tempat unik lainnya adalah lokasi kapal karam, Anda dapat mengeksplorasi sisa-sisa kapal tanker tua yang karam bertahun-tahun lalu di kedalaman laut.


Area unik ini terdiri dari ratusan pulau kecil (makanya dilebih-lebihkan jadi 'Kepulauan Seribu'), adalah tempat wajib bagi penyelam asal Jakarta. Dari bermacam pulau tersebut, beberapa yang terkenal yaitu Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara.

Pulau Seribu sangat mudah dicapai, Anda hanya perlu menyewa speedboat dari Marina atau kapal nelayan dari satu dari sekian pelabuhan. Hanya sekitar satu atau dua jam dari Jakarta, Anda akan bisa menyelam sepuasnya. Beberapa pulau yang lebih besar menyediakan akomodasi lebih baik sekelas resort dan villa, tetapi Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau kecil – tempat karang-karang indah berada!


Bagian lain dari Laut Jawa yang juga merupakan surga bagi para penyelam adalah sebuah pulau di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini, disebut Karimun Jawa, merupakan rangkaian 27 pulau kecil dikelilingi oleh laut yang kaya akan gugus karang biru Acropora. Para penyelam dapat menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam pada 1955. Suguhan tambahan di sini adalah beragam penyu laut yang ditetaskan di taman perlindungan alam.


Sekitar 50 mil dari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebuah area yang meliputi pulau-pulau kecil. Tempat ini dipenuhi dengan gugusan koral spektakuler dan gua bawah laut untuk penjelajah berjiwa petualang. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi penyelaman, tiap lokasi memiliki atraksi unik tersendiri untuk Anda nikmati. Beberapa tempat yang terkenal adalah Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.
Di Pulau Sangalaki Anda dapat menemukan pari elang, pari, hiu macan dan sotong. Setiap malam Anda bisa melihat penyu hijau raksasa menetaskan telur di pulau ini. Atraksi utama Pulau Kakaban adalah danau air asin yang dihuni oleh ubur-ubur yang tak menyengat dan ikan gobi. Sementara di Pulau Maratua, Anda akan menemukan banyak ikan berukuran besar seperti barakuda, tuna dan mackerel. Turis bahkan sempat melihat hiu kepala martil dan sampai delapan spesies paus di sini.



Pulau Nusa Penida, berlokasi di timur Bali, merupakan lokasi terkenal untuk penyelam lokal maupun internasional. Sekitar satu jam dari Bali, pulau ini memiliki beberapa gugusan karang yang sangat sehat, yang jelas terlihat pada kedalaman 15 sampai 30 meter.
Bagi pemula, trdapat bermacam lokasi penyelaman di pantai sebelah timur pulau ini yang cocok untuk dijelajahi. Pada pantai sebelah selatan terdapat Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, lebih tepat untuk penyelam berpengalaman yang mencari tantangan. Ikan matahari sering terlihat di Teluk Crystal sementara manta birostris merupakan pemandangan biasa di Manta Point.



Tempat ini merupakan lokasi penyelaman terkenal yang memiliki reputasi internasional lebih baik dari lainnya, terdiri atas pulau-pulau kecil seperti Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan sebuah gunung tua di tengah laut, Manado Tua. Snorkeling dan menyelam sangat terkenal di sini dengan lebih dari enam belas titik penyelaman tersebar di seluruh area pulau-pulau. Bunaken memiliki lekukan sedalam 30 meter, tempat tinggal beragam spesies ikan dan kehidupan laut lainnya. Penampakan hiu adalah hal yang biasa, jadi berhati-hatilah!


Masih di Sulawesi Utara ada ikon lain dunia penyelaman, Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal secara internasional dengan keragaman biota lautnya yang hanya ada di tempat itu. Di sini anda akan dapat menemukan gurita mimic, kuda laut pygmy, sotong, dan frogfish berambut. Tempat ini merupakan surga untuk fotografi bawah laut dan sering disebut “Kiblat dari Fotografi Makro”. Bagaimanapun juga tetap waspada, keindahan Selat Lembeh diperuntukkan bagi penyelam yang berpengalaman. 


Wisata alam yang natural "ada di Kupang  - NTT"

Diposting oleh On 14.41 with No comments


Obyek wisata di Kota Kupang rata rata masih natural dan belum ada yang merenovasi atau merubahnya, Ini lah yang membuat rasa alami, dan pada umumnya masih diselimuti hutan tropis, Pantai Lasiana contohnya, kondisi disana masih seperti hutan belantara dan masih banyak sekali pohon rotan dan karang,  Pasir putihnya masih sangat alami karna belum tersentuh.

Pantai Lasiana terletak di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima yang berjarak 12 Km arah Timur Kota Kupang. Pantai Lasiana adalah Pantai pasir putih dengan air nya yang tenang, pohon nyiur yang melambai, dan pohon lontar yang sangat rindang dan indah. Di sini kita bisa menikmati air Kelapa Muda dengan manisan gula asli menjadi santapan yang enak di minum.

Di Pantai Lasiana kita bisa rekreasi, seperti renang, memancing, mandi, sepak bola, karaoke dan hiburan lainnya. Pantai Lasiana terletak di jalur transportasi utama Pulau Timor dan selalu dilayani oleh angkutan umum, jadi anda tidak perlu kuatir akan transportasi di Pantai Lasiana, seperti Ojek maupun kendaraan sewaan.



Menjelajahi pedalaman Flores

Diposting oleh On 13.40 with No comments

Gunung Inerie diambil dari Wolobobo
Flores Post - Tampak deretan pegunungan terjal, tidak beraturan, dan sulit untuk dilalui. Itulah kesan pertama saat memandang daratan pulau Flores. Sekalipun demikian kenyataannya gunung-gunung ini menyimpan banyak hal mengagumkan, baik itu kawah-kawah gunung apinya maupun desa-desa tradisional dengan beragam kerajinan tenun ikatnya. Pulau Flores sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Posisinya cukup strategis karena menjadi jalur lintasan perdagangan kayu cendana dari Pulau Timor ke Cina dan ke India. Hal ini membuat Kerajaan Gowa, Kerajaan Ternate, Bangsa Portugis dan Belanda berebut untuk menguasai pulau yang panjangnya 375 km ini.

Para pendatang ini, berusaha menanamkan pengaruhnya di wilayah pesisir, tetapi hanya sedikit yang dapat menyentuh daerah pedalaman karena terhalang oleh deretan pegunungan terjal tidak beraturan. Kini bagian dalam Flores sudah lebih mudah dicapai dengan adanya jalan yang naik-turun yang membelah gunung dan berkelok-kelok.

Salah satu hal yang unik di daerah pedalaman ini adalah kepercayaan tradisional yang tetap berakar kuat pada masyarakat penghuninya.

Untuk melihat pedalaman Flores kita dapat memulai perjalanan dari Labuan Bajo. Kota kecil yang dulunya merupakan pemukiman nelayan ini sekarang berkembang menjadi tempat wisata karena berfungsi sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Komodo. Berbagai fasilitas akomodasi dan restoran tersedia cukup lengkap di kota ini.

Pelabuan Labuan Bajo

Di samping itu, Labuan Bajo juga dapat dicapai dengan menggunakan alat transportasi penerbangan dari Denpasar. Setelah mengunjungi pulau Komodo, sebagian wisatawan, terutama wisatawan dari Eropa, melanjutkan kegiatan dengan menjelajahi pedalaman Flores.

Ruteng merupakan daerah tujuan pertama yang dapat ditempuh sekitar 4 jam melalui perjalanan darat dari Labuan Bajo. Kota yang didominasi oleh suku Manggarai ini berada di pusat kawasan Manggarai, pada kaki gunung dengan hamparan persawahan di sekelilingnya.

Spider Web

Tidak jauh dari Ruteng wisatawan dapat mengunjungi perkampungan tradisional dengan rumah adatnya yang unik dan melihat suasana indah dan alami di Danau Ranamese. Setelah bermalam di sebuah hotel kecil di Ruteng, pada pagi hari wisatawan dapat mendaki Gunung Poco Ranaka (2.140 meter) dengan menggunakan kendaraan bermotor, sambil menikmati pemandangan spektakuler.

Atraksi menarik lainnya adalah pertunjukan tarian 'Caci', yaitu pertarungan antara dua lelaki dalam kostum tradisional; yang seorang bersenjata cambuk sebagai penyerang dan seorang lainnya menggunakan perisai untuk bertahan.
Tarian Caci

Persinggahan berikutnya adalah Bajawa dengan jarak tempuh 5 jam perjalanan dari Ruteng. Kota berudara sejuk ini, berada pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh gunung-gunung api. Bajawa merupakan pusat dari kawasan Ngada yang dihuni oleh suku Ngada, salah satu suku paling tradisional di Flores.

Banyak kampung-kampung tradisional yang dapat dijumpai di sini, diantaranya adalah kampung Bena. Kampung yang berlokasi tidak jauh di Bajawa ini masih memiliki rumah-rumah tradisional lengkap dengan bebatuan megalitnya. Selain itu barang kerajinan tenun ikat menarik dan unik juga dapat diperoleh di Bena. Banyak wisatawan Eropa yang mengunjungi tempat ini sehingga fasilitas akomodasi dan restoran tersedia cukup baik di Bajawa.

Kampung adat Bena


Jika ingin selingan untuk melihat pantai pasir putih maka Riung adalah tempatnya. Hanya 2,5 jam perjalanan dari Bajawa, wisatawan dapat bermalam di kota kecil di pesisir utara Flores ini. Berbagai aktivitas dapat dilakukan di sini seperti berperahu menikmati keindahan pulau-pulau kecil, mengamati kawanan kalong atau ber-snorkeling melihat keindahan terumbu karang.

Dari Riung perjalanan dilanjutkan menuju kota Ende yang memakan waktu selama 4 jam, lalu ke Moni dengan jarak tempuh selama 2 jam. Desa Moni adalah pintu gerbang menuju kawah tiga warna Kelimutu yang sangat terkenal. Untuk mencapainya, Anda dapat naik kendaraan sampai mendekati kawah lalu diteruskan berjalan kaki menanjak sekitar 1 kilometer. Setelah itu para wisatawan dapat melihat bentangan alam menakjubkan dari kawah Kelimutu.
Danau Kelimutu

Penjelajahan di pulau Flores Ini berakhir di kota terbesar di pulau Ini yaitu Maumere yang dapat dicapai sekitar 4 jam dari Moni. Di kota ini, para wisatawan dapat bersentuhan kembali dengan dunia modern, sebelum akhirnya terbang pulang menuju ke Bali.
Destination Bajawa : Upacara Reba

Diposting oleh On 13.16 with No comments

Para penduduk sedang melaksanakan ritual Reba
Jika anda akan berkunjung ke bajawa coba sempatkan untuk datang pada bulan januari dan februari, untuk menyaksikan  Upacara Adat Reba , acara ini merupakan upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini juga digunakan untuk mengevaluasi segala hal tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah dijalani oleh masyarakat Ngada. Melalui upacara ini, keluarga dan masyarakat meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup lebih baik pada tahun yang baru. Upacara ini diadakan setiap tahun baru, tepatnya di bulan Januari atau februari.
Akses Menuju kawasan ini yaitu dari Kupang, ibukota Provinsi NTT, dapat naik pesawat menuju Bandara Bajawa di Soa Turelelo, sebuah kota di Pulau Flores. Setiba di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ngada yang berjarak sekitar 21 kilometer dengan naik travel.
Fasilitas di kota Ngada terdapat beberapa hotel, mulai dari kelas melati hingga bintang dua. Di samping itu, terdapat beberapa restoran yang menyediakan makanan khas Ngada, dan beberapa biro wisata yang siap melayani wisatawan ke obyek wisata lainnya di sekitar Ngada.